Learning Science | Tips & Tricks | Technology | Other

Today Is

Perpindahan Kalor


Mahdaf Webs - Kali ini Mahdaf Webs akan membahas tentang Perpindahan Kalor. Atau kalor biasa disebut dengan panas. Kalor/panas dapat berpindah apabila terdapat perbedaan suhu pada suatu zat. Perpindahan Kalor dapat dibedakan menjadi Konduksi, Konveksi, dan Radiasi. Langsung saja, berikut artikel pembahasan tentang Perpindahan Kalor/panas.

Perpindahan Kalor
       Joseph Black pada tahun 1720-1799 mengemukakan tentang perpindahan kalor suatu benda yang dikenal dengan asas black.
1. Jika dua benda saling bercampur, benda yang panas akan memberikan kalor pada benda yang dingin hingga suhu kedua benda itu sama.
2. Jumlah kalor yang diserap oleh benda dingin, sama dengan jumlah kalor yang dilepas benda yang panas.
3. Sebuah benda yang didinginkan sebesar t°C akan melepaskan kalor sama jumlah dengan kalor yang diserap oleh benda yang dipanaskan sebesar t°C.
       Asas Black dapat disimpulkan sebagai berikut. Jumlah kalor yang dilepaskan oleh benda yang bersuhu tinggi sama dengan jumlah kalor yang diserap oleh benda yang bersuhu rendah.

       Kalor merupakan salah satu bentuk energi dan dapat berpindah apabila terdapat perbedaan suhu. Secara alami kalor berpindah dari zat yang suhunya tinggi ke zat yang suhunya rendah. Apabila ditinjau dari cara perpindahannya, ada tiga cara dalam perpindahan kalor, yaitu : konduksi, konveksi, dan radiasi.

1. Perpindahan Kalor Secara Konduksi
Contoh konduksi.
Source: images.google.com

       Konduksi adalah perpindahan kalor melalui suatu zat tanpa disertai perpindahan partikel-partikel zat tersebut. Sebagai Contoh, ujung besi yang dipanaskan apabila dipegang lama kelamaan akan terasa panas. Hal ini disebabkan adanya perpindahan kalor yang melalui besi.
       Apakah setiap zat dapat menghantarkan kalor secara konduksi? Tenyata tidak bisa. Oleh karena itu, daya hantar kalor benda dibedakan menjadi dua, yaitu:
1. Konduktor : benda yang dapat menghantarkan kalor yang baik, misalnya besi, baja, tembaga dll.
2. Isolator : benda yang kurang baik/ tidak bisa menghantarkan kalor, misalnya kayu, kaca, kertas dll.


2. Perpindahan Kalor Secara Konveksi

Contoh konveksi.
       Konveksi adalah perpindahan kalor yang disertai partikel-partikel zat tersebut. Perpindahan kalor secara konveksi terjadi pada zat cair dan gas. Perpindahan kalor secara konveksi terjadi karena adanya perbedaan massa jenis dalam zat tersebut. Contoh: Terjadinya angin darat dan angin laut, dsb.

3. Perpindahan Kalor Secara Radiasi
Contoh radiasi.
Source: maslatip.com

       Radiasi adalah perpindahan kalor tanpa melalui zat perantara. Contoh perpindahan kalor secara radiasi, misalnya pada waktu kegiatan perkemahan, di malam hari yang dingin sering menyalakan api unggun. Saat kita berada di dekat api unggun badan kita terasa hangat karena adanya perpindahan kalor dari api unggun ke tubuh kita secara radiasi. Contoh lain adalah matahari dapat sampai ke bumi.
       Dari peristiwa api unggun diatas dapat disimpulakan bahwa:
a. Dalam peristiwa radiasi, kalor berpindah dalam bentuk cahaya, karena cahaya dapat merambat dalam ruang hampa, maka kalor pun dapat merambat dalam ruang hampa;
b. Radiasi kalor dapat dihalangi dengan cara memberikan tabir/penutup yang dapat menghalangi cahaya yang dipancarkan dari sumber cahaya.

Demikian pembahasan artikel tentang perpindahan kalor kali ini, semoga bermanfaat untuk anda! Salam Mahdaf!

Sumber: Supliyadi, dkk. 2008. IPA Terpadu MTs/SMP VII. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
Bagikan Ke Socmed!! :
Tag : Fisika, IPA
0 Komentar untuk "Perpindahan Kalor"

Back To Top