Learning Science | Tips & Tricks | Technology | Other

Today Is

Penjelasan Asam, Basa, dan Garam


Mahdaf Webs - Di dalam kehidupan sehari-hari banyak senyawa kimia yang dapat kita jumpai. Agar mudah mengenalinya,  para ahli membagi senyawa-senyawa kimia itu menjadi beberapa jenis berdasarkan sifat-sifat tertentu. Senyawa kimia dapat dibagi menjadi asam, basa, dan garam. Senyawa asam, basa, dan garam dapat anda jumpai dalam kehidupan sehari-hari, misalnya pada obat-obatan, pupuk, bumbu masak, buah-buahan, bahkan dalam tubuh serangga atau hewan. Kali ini Mahdaf akan membahas penjelasan asam, basa dan garam. Di pembahasan kali ini juga dibahas tentang sifat-sifat asam, basa, garam. Dan juga tentang identifikasi asam, basa, garam dan penentuan skala kesamaan dan kebasaan. Untuk itu, langsung saja disimak artikel berikut ini.

Asam, Basa, dan Garam

A. Asam

       Asam adalah zat yang dalam air dapat menghasilkan ion  hidrogen (H+). Asam akan terionisasi menjadi ion hidrogen dan ion sisa asam yang bermuatan negatif. Ion adalah atom atau sekelompok atom yang bermuatan listrik. Kation adalah ion yang bermuatan listrik positif adapun anion adalah ion yang bermuatan listrik negatif.
       Asam memiliki beberapa sifat, antara lain
- rasanya masam,
- dapat menghantarkan arus listrik,
- jika dilarutkan dalam air akan melepaskan ion hidrogen,
- dapat mengubah lakmus biru menjadi merah, dan
- korosif terhadap logam.
       Berdasarkan asalnya, asam dikelompokkan menjadi 2 golongan, yaitu
a. Asam organik merupakan senyawa asam karbon yang dihasilkan oleh tumbuhan dan hewan, umumnya bersifat asam lemah, korosif, contohnya asam metanoat (HCO₂H) atau asam formiat pada lebah penyengat dan beberapa jenis semut, serta asam malat pada buah apel;
b. Asam anorganik merupakan asam yang dibuat dari mineral-mineral an nonlogam, umumnya bersifat asam kuat dan krorosif, contohnya asam fluorida (HF) dapat melarutkan kaca serta asam borat (H3BO3) yang merupakan bahan baku utama salep mata.
       Beberapa asam yang dapat dijumpai dalam kehidupan sehari-hari tercantum dalam gambar berikut.

B. Basa

       Basa adalah zat yang dalam air menghasilkan ion hidroksida (OH-). Ion hidroksida terbentuk karena senyawa hidroksida dapat mengikat satu elektron pada saat dimasukkan ke dalam air. Basa dapat menetralkan asam (H+) sehingga dihasilkan air (H₂O). Beberapa sifat basa, antara lain
- rasanya pahit,
- dapat menghantarkan arus listrik,
- jika dilarutkan dalam air akan menghasilkan ion hidroksida (OH-),
- dapat mengubah lakmus merah menjadi biru,
- terasa licin di tangan, dan
- dapat merusak kulit (kaustik).
Contoh zat yang bersifat basa adalah sabun.
Beberapa basa yang dapat dijumpai dalam kehidupan sehari-hari tercantum dalam gambar berikut.

C. Garam

       Garam adalah senyawa yang terbentuk dari reaksi antara asam dan basa. Garam yang terbentuk tidak selalu bersifat netral. Ada 3 jenis garam, yaitu garam normal (pH = 7), garam asam (pH = <7), dan garam basa (pH = >7). Sifat asam basa larutan garam bergantung pada kekuatan asam dan basa penyusunnya. Larutan garam dapat mengahantarkan arus listrik.
       Selain garam, dalm reaksi asam - basam juga terbentuk air yang berasal dari reaksi antara ion hidrogen (H+) dari asam an ion hidroksida (OH-) dari basa.
       Reaksi antara asam dan basa dinamakan reaksi penetralan (netralisasi) karena menghasilkan air yang bersifat netral. Salah satu contoh reaksi penetralan adalah reaksi antara asam klorida dan natrium hidroksida (soda api). Dari reaksi tersebut aka  terbentuk garam dapur dan air. Jika menggunakan proses penguapan maka air akan menguap dan tersisa endapan garam dapur saja.
Manfaat reaksi penetralan bagi manusia, antara lain
1. Untuk menetralkan produksi asam lambung (HCl) yang berlebihan dengan senyawa basa Mg(OH)₂;
2. Untuk menetralkab tanah yang terlalu asam dengan menambahkan senyawa basa Ca(OH)₂ atau air kapur;
3. Pasta gigi mengandung basa yang berfungsi untuk menetralkan mulut kita dari asam yang dapat merusak gigi dan menimbulkan bau mulut.
       Ada beberapa contoh garam, antara lain dalam gambar berikut.
Reaksi kimia yang dapat menghasilkan garam, antara lain
1. Asam + basa mengahasilkan garam + air
2. Basa + oksida asam menghasilkan garam + air
3. Asam + oksida basa menghasilkan garam + air
4. Oksida asam + oksida basa menghasilkan garam
5. Logam + asam menghasilkan garam + H₂
Beberapa contoh garam dalam kehidupan sehari-hari berikut.

Identifikasi Asam, Basa dan Garam

       Adanya senyawa asam, basa, dan garam dalam suatu zat dapat diidentifikasi atau ditentukan dengan menggunakan indikator. Indikator adalah zat yang dapat berubah warna sesuai dengan sifat lingkungannya.
       Indikator asam dan basa dapat berupa indikator buatan dan indikator alami. Yang termasuk indikator buatan, antara lain kertas lakmus, larutan indikator (fenolfatin, metil merah, dan metil jingga), pH meter, serta indikator universal. Adapun indikator asam dan basa alami, contohnya bunga sepatu, bunga mawar, kulit manggis, kubis ungu, dan kunyit. Untuk menjadikannya indikator asam dan basa alami maka kulit manggis, bunga sepatu, serta kubis ungu terlebih dahulu dibuat ekstrak dengan cara menghaluskannya dan menambahkan air.
Berikut pengelompokkan jenis indikator asam-basa dalam larutan yang bersifat asam, basam dan netral.

Penentuan Skala Keasaman dan Kebasaan

       Tingkat keasaman dan kebasaan suatu senyawa dapat diketahui dari nilai pH (power of hydrogen)-nya. Nilai pH ditentukan oleh konsentrasi ion H+ di dalam air. Makin besar konsentrasi ion H+ di dalam air, makin tinggi tingkat keasaman suatu zat. Sementara itu, makin besar konsentrasi ion OH- di dalam air berarti makin tinggi tingkat kebasaannya.
       Tingkat pH berkisar antara 0 sampai 14. Larutan bersifat netral jika pH = 7, larutan bersifat asam jika pH <7, dan larutannya bersifat basa jika pH >7. Makin kecil nilai pH (mendekati nol), makin kuat tingjat keasamannya, berkebalikan dengan basa. Makin besar nilai pH (mendekati nilai 14), makin kuat tingkat kebasaannya.

Demikian, pembahasan tentang Asam, Basa dan Garam. Tunggu artikel menarik lainnya. Semoga bermanfaat untuk anda.

sumber : tim penulis. 2015. Semangat Meraih Pestasi IPA 1A. Solo: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.
Bagikan Ke Socmed!! :
Tag : IPA, Kimia
0 Komentar untuk "Penjelasan Asam, Basa, dan Garam"

Back To Top